Posted by : Muhammad Jimmy Ramadhan Minggu, 14 Agustus 2016
Tag :, Tag :, Tag :, Tag :

 Box Art
Sumber

Harvest Moon. Bila mendengar judul ini, para gamer pasti akan langsung teringat pada kehidupan pertanian dengan aktivitas menanam, menyiram, dan memanen. Memang, sejak seri pertamanya dirilis untuk Super Nintendo (SNES) tahun 1996, serial ini berhasil mendapat tempat di hati para gamer dengan simulasi pertanian yang dihadirkan. Berbeda dengan RPG kebanyakan, tidak ada pertarungan melawan monster atau pertumpahan darah di Harvest Moon. Melainkan, kita diajak untuk menyelami profesi petani dengan melakukan aktivitas pertanian di sepanjang permainan.
Yup, ‘senjata’ yang bisa kita gunakan dalam serial game ini adalah alat-alat pertanian mulai dari cangkul, penyiram, sabit, palu, hingga kapak. Premis utama serial ini adalah mengurus kebun sehingga dapat menjadi kebun yang subur dan menghasilkan. Cerita umumnya, kita memainkan karakter pemuda kota yang pindah ke desa untuk mengurus kebun milik sang kakek yang tak terurus, setelah sang kakek meninggal dunia. Tapi kita bukan sekadar mengurus kebun, ada tujuan-tujuan yang mesti dicapai selama kurun waktu tertentu, di antaranya bersosialisasi dengan para penduduk desa hingga menikah dan berkeluarga.

Kesuksesan Harvest Moon di SNES membuat game ini lantas mendapat kelanjutannya pada masa-masa berikutnya. Sekuel pertamanya, Harvest Moon 64 pun rilis di tahun 1999 untuk mesin 64-bit pertama Nintendo, Nintendo 64. Pada seri keduanya ini, kualitas gambarnya mengalami peningkatan, walaupun tidak memanfaatkan kemampuan Nintendo 64 dengan maksimal. Karakter dan lingkungan dalam game ini ditampilkan mendekati tiga dimensi dengan sudut pandang isometrik. Uniknya, desain dan warna karakter terlihat seperti dibuat dari tanah liat. Ini membuat karakter-karakternya terlihat imut dan lucu dalam bentuk chibi mereka.
screen shots screen shots
Harvest Moon 64 memiliki jalinan cerita yang sama seperti seri pertamanya. Karakter yang kita mainkan adalah seorang pemuda yang tertarik mengurus kebun milik sang kakek yang telah meninggal dunia. Namun keinginan ini tidak serta merta disetujui oleh sang ayah. Sang ayah lantas memberikan batas waktu dua tahun untuk menghidupkan kembali kebun. Apabila hingga batas waktu tersebut sang pemuda tidak berhasil menghidupkan kembali kebun tersebut serta bersosialisasi dengan para penduduk, maka sang pemuda mesti kembali ke kota menuruti keinginan sang ayah.
Tugas utama kita adalah menanam bibit dan merawatnya dengan menyiraminya setiap hari hingga berbuah dan siap dipanen. Setiap tanaman memiliki musimnya masing-masing, hanya dapat ditanam pada musim-musim tertentu. Misalnya kentang yang cuma bisa ditanam pada musim semi, tomat yang hanya bisa ditanam pada musim panas, atau terong yang cuma bisa tumbuh di musim gugur. Hanya di musim dingin kita tidak bisa menanam, kecuali bila kita memiliki rumah kaca yang membuat kita bisa menanam tumbuhan apapun di segala musim.
screen shots
Kehidupan berkebun bukan sekadar bercocok tanam, melainkan juga merawat binatang ternak. Ada tiga ternak yang bisa kita kembang biakan yaitu ayam, sapi, dan domba. Dari peternakan ini, kita bisa memanen telur, susu, dan wol untuk dijual. Berbeda dengan kegiatan bercocok tanam yang sebatas menabur benih, menyiram, dan memanen, kegiatan peternakan membutuhkan ketekunan yang lebih. Kita mesti sabar dalam memberi makan, menggosok, hingga mengeluarkan ternak di ladang rumput pada cuaca yang cerah. Karena bila tidak sabar, ternak kita bisa stres atau bahkan bisa mati.
Tapi Harvest Moon bukan sekadar bercocok tanam dan berternak. Senada dengan seri pertamanya, di Harvest Moon 64 kita mesti bersosialisasi dengan para penduduk desa, baik dengan bersilaturahmi maupun dengan menghadiri festival. Beragam festival dihelat di sepanjang tahun, masing-masing memiliki keunikan, mulai dari festival panen, tahun baru, dan thanksgiving. Ada pula beragam lomba di antaranya lomba renang, balap kuda, dan balap anjing yang seru diikuti.
screen shots screen shots
Di Harvest Moon 64, kita juga bisa menjalin hubungan hingga menikah dengan salah satu gadis yang ada di desa. Ada lima gadis yang bisa kita pilih, masing-masing memiliki latar belakang dan karakteristik yang berbeda. Kisah cinta kita pun bakal berbeda pada setiap gadis. Untuk bisa memikat perhatian gadis yang kita incar, kita mesti berbicara dan memberikan mereka hadiah yang mereka suka setiap harinya. Bila gadis yang kita incar sudah sangat mencintai kita, yang ditandai dengan lambang hati berwarna merah, kita bisa menikahi mereka, memulai rumah tangga lantas memiliki anak.

Secara pribadi, game ini cukup berkesan bagiku. Aktivitas bercocok tanam dan beternak yang dihadirkan game ini membuatku bisa merasakan kehidupan seorang petani walaupun secara tidak langsung. Mengingat sejak SMP aku memiliki cita-cita menjadi petani. Fitur menjalin hubungan dengan gadis yang disukai pun menjadi fitur favoritku. Apalagi didukung dengan jalinan cerita yang romantis dan tampilan karakter chibi ala tanah liat yang begitu imut. Rasanya sangat menggemaskan.
Overall, meski memiliki banyak glitch, Harvest Moon 64 memiliki kualitas sebuah permainan yang mengasyikkan dan adiktif, walaupun dengan tampilan grafis dan suara yang pas-pasan. Dengan kesederhanaan gameplay yang dihadirkan, tak heran bila game ini menjadi salah satu game Harvest Moon terbaik yang pernah ada. Kesuksesan game ini lantas diikuti dengan seri berikutnya, Harvest Moon: Back to Nature (BTN) yang rilis untuk PlayStation di tahun 2000. Seri yang begitu populer di kalangan gamer Indonesia ini menghadirkan kembali para karakter dalam Harvest Moon 64, namun dengan latar belakang, peran dan kisah yang berbeda. (luk)

Ingin bernostalgia? download roms game nya disini.
Jangan Lupa dengan Emulatornya ya.
oh iya... guide nya di fogu jika di butuhkan.

Leave a Reply

Sharing Is Caring.. Mohon Masukan, Kritik, dan Sarannya...

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2012 Sagasano -Shinpuru v2.3- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -